Atman Media | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membatasi penyaluran pembiayaan dengan skema buy now pay later (BNPL) PT Akulaku Finance Indonesia.
Pembatasan penyaluran pembiayaan itu tertuang dalam SR-1/PL.1/2023 tanggal 05 Oktober 2023. Hal ini terjadi karena Akulaku dinilai lalai dalam mengawasi pelaksanaan tindakan pengawasan yang diminta oleh OJK.
"Dengan dikenakannya pembatasan kegiatan usaha tertentu kepada Perusahaan Pembiayaan tersebut di atas (Akulaku), maka Perusahaan Pembiayaan tersebut dilarang melakukan kegiatan usaha penyaluran pembiayaan baik kepada debitur eksisting maupun debitur baru dengan skema BNPL atau pembiayaan serupa termasuk yang penyaluran pembiayaannya dilakukan melalui skema channeling maupun joint financing," ujar Bambang dalam keterangan resmi, Senin (23/10).
Awal Mula: Pendirian Akulaku
Akulaku didirikan pada tahun 2016 oleh William Li, seorang pengusaha asal Tiongkok. Ide dibalik pendirian perusahaan ini adalah menyediakan akses ke layanan keuangan bagi masyarakat yang kurang terlayani oleh lembaga keuangan tradisional.
Langkah Pertama: Platform E-Commerce
Awalnya, Akulaku berfokus pada model bisnis e-commerce, menyediakan platform belanja online dengan kemudahan pembayaran mencicil. Ini memungkinkan konsumen untuk membeli barang tanpa membayar sekaligus, melainkan dengan angsuran yang terjangkau.
Ekspansi Layanan Keuangan
Dengan cepatnya pertumbuhan industri FinTech di kawasan Asia Tenggara, Akulaku melihat peluang untuk merambah ke sektor layanan keuangan. Perusahaan ini mulai menyediakan layanan pinjaman tanpa agunan, kartu kredit virtual, dan solusi keuangan lainnya.
Model Bisnis Inovatif: Kredit Tanpa Agunan
Salah satu inovasi terbesar Akulaku adalah pengenalan model kredit tanpa agunan. Ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan pinjaman dengan proses yang cepat dan tanpa harus menyediakan jaminan fisik. Pendekatan ini telah merangsang inklusi keuangan di kalangan masyarakat dengan akses terbatas ke lembaga keuangan tradisional.
Pertumbuhan Pesat: Menjadi Pemain Utama di Asia Tenggara
Dengan kebijakan yang bersifat inklusif dan fokus pada teknologi, Akulaku berhasil memperluas jejaknya ke beberapa negara di Asia Tenggara. Keberhasilan perusahaan ini tercermin dari jumlah pengguna aktifnya yang terus meningkat, mencapai jutaan orang.
Tantangan dan Regulasi
Seperti halnya perusahaan FinTech lainnya, Akulaku juga menghadapi tantangan dan perubahan regulasi di sejumlah pasar. Peningkatan pengawasan dari pihak regulator, seperti OJK di Indonesia, dapat mempengaruhi strategi bisnis perusahaan.
Peran dalam Transformasi Keuangan Digital
Akulaku tidak hanya menjadi pemain utama di pasar FinTech Asia Tenggara, tetapi juga berperan dalam merubah paradigma keuangan tradisional. Dengan menyediakan akses keuangan yang lebih mudah, perusahaan ini berkontribusi pada transformasi keuangan digital di kawasan tersebut.
Kesimpulan
Sejak pendiriannya, Akulaku telah mengalami evolusi yang signifikan dari platform e-commerce menjadi salah satu pemain utama dalam industri FinTech. Dengan terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, perusahaan ini terus menjadi pemimpin dalam menyediakan solusi keuangan yang inklusif di Asia Tenggara.
